Indeks
-
Mengembalikan Makna Pendidikan Kemanusiaan
bukankah perjalanan kehidupan itu sendiri—yang di dalamnya selalu melalui proses belajar—integral dengan proses penyempurnaan diri, atau yang oleh para filsuf disebut dengan kegiatan iman dan…
-
When “Disiden” Enters the Mainstream: Language, Power, and the Quiet Politics of Naming
A viral remark by Prabowo Subianto calling Rocky Gerung a disiden sparks debate in Indonesia. This opinion explores how the term “disiden” reflects shifting views…
-
Pelajaran dari Jembatan Cangar: Konstruksi Sosial Membatasi Ruang Berbagi bagi Laki-Laki
Peristiwa di Jembatan Cangar ini juga berkaitan dengan konstruksi sosial mengenai cara individu, khususnya laki-laki, mengekspresikan emosi.
-
Pantun Redup, Mengungkap Penurunan Popularitas Pantun di Era Sastra Saat Ini
Pantun itu membutuhkan bentuk tulisan untuk tetap hidup dan lestari dalam kehidupan masyarakat supaya berjejak. Atau supaya generasi yang akan datang tahu bagaimana bentuk pantun…
-
Menggali Konsep “Inner Beauty” Ala Kartini di Masa Kini
Bagi Kartini, kecantikan tidak terletak pada tampilan fisik, melainkan pada pikiran yang tercerahkan, keberanian untuk bersuara, dan komitmen terhadap kemanusiaan.
-
Hidup Hemat: Cara Bijaksana Menjawab Krisis Ekonomi dengan Akal Sehat
Sering kali, masalah keuangan muncul bukan karena penghasilan terlalu kecil, tetapi karena kita tidak menyadari ke mana uang kita pergi.
-
Jika Kebahagiaan Hanya Soal Ekonomi, Mengapa 10 Orang Terkaya di Dunia Bukan Orang Paling Bahagia?
jika kita cari melalui mesin pencari, siapa orang paling bahagia di dunia, maka nama pertama yang keluar adalah Matthieu Ricard
-
Kepala Bisa Berencana, tapi Perut Menentukan Segalanya
Jika kepala punya logika, bahasa, dan sebagainya sebegitu berlimpah. Perut tidak. Perut hanya punya satu bahasa, “kruuuk…”, ya, bunyi keroncongan.
-
Pesan Redaksi: AI Tidak Memiliki Masa Kecil
AI tidak memiliki masa kecil yang penuh luka, tidak pernah patah hati, dan tidak pernah merasakan kehangatan secangkir kopi tubruk di pagi yang dingin.
-
Tungku di Tengah Hutan
“Cukup! Kalian ini hanya formalitas! Tanda tangani saja daun-daun itu, tugas kalian adalah membuat semuanya terlihat legal, bukan membuat saya pusing!”









